Rabu, 02 Februari 2011

Hai dan Lucu

Hai,
Soriiiiiiii banget dah lama gak menulis.
Ini buat pertama-tama gue mo hadirkan sebuah akusukaiklan berikut ini.Lucu, dan kalo lu puter balik pas penasaran ketauan banget betapa detilnya iklan ini dibuat.
iklannya sendiri sih sederhana.
Humor-nya cerdas, yang bikin tiba-tiba kaya terdiam, tapi iklan kaya gini belum tentu laku dijual di Indonesia.

Selasa, 03 Februari 2009

KETUA DPRD SUMUT TEWAS

Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat tewas di amuk massa dalam sebuah demo. Apa hubungannya ama dunia iklan.
Ini cerita dikit, gue masih menuju jadi sutradara iklan, tapi dalam proses itu kemaren gue ngerjain Video Report untuk World Bank, yang mengharuskan gue mewawancarai ketua DPRD di beberapa daerah.
Yang paling berkesan di Banjaramasin dan Bogor.
Di Banjarmasin karena pas gue wawancara, tiba-tiba ada demo tentang Pengesahan RUU Pornografi. Jadi massa, mahasiswa bisa langsung masuk, karena kantor DPRD yang terbuka dan bisa langsung diterima di ruang rapat Paripurna.
Dan si ketua DPRD menyambut para demonstran dengan baik dan demo berjalan tertib.
Akhirnya baru bisa ketemu lagi si ketua DPRD Banjarmasin itu pas malam, dan dia bilang semuanya OK.
Kita suting lagi ampe jam 11 malam , dan si Bapak walaupun terlihat capek , tapi tidak terlihat kesal dan tetep kooperatif.
Satu lagi, di Bogor, si Ketua DPRD ini , wajahnya sangat baik, kebapakan banget, kalo main film dia pasti jadi bapak yang bijaksana.
Nah, gue gak abis pikir ya, gimana massa bisa semarah itu, sampai bisa menyebabkan kematian seorang pejabat penting daerah.
Gila, mati di amuk massa dalam bayangan gue kaya copet gitu lho, yang dihabisin oleh massa yang marah.
Dan sedihnya , inget dulu pas kuliah, pas ikut-ikutan demo, gak semuanya datang untuk demo/ "perang", mereka hanya datang demi solidaritas.
Kadang ada pertanyaan, ke mana ya polisi saat itu, atau sibuk nangkepin orang-orang yang lagi memfoto atau merekam di perempatan seperti yang gue lakukan beberapa waktu lalu.
Ternyata gak cuma gue, adik gue juga pernah pas moto dengan BULB ditanya-tanya, ini foto buat apa?
Gitu juga temen gue juga pernah dapat pertanyaan ketika memfoto di perempatan.
Apa emang otaknya gak nyampe? mana yang harus dibuat aman, mana yang ancaman mana yang bukan.

Sabtu, 31 Januari 2009

Imajinasi

Duh,
Sori ya dah lama gak nulis
Tapi ini harus gue tulis.
Gue lagi mo pameran Jakarta Bienalle 2009.
Dan projek gue termasuk paling banyak kendalanya.
Ide awal adalah memproyeksikan sms interaktif di bagian luar gedung HI,
sehingga semua orang bisa liat dan ikut balas sms dari pertanyaan yang gue ajukan.
Misalnya "jam berapa Anda berangkat kerja?"
"berapa waktu yang Anda perlukan untuk mencapai tempat ini?"
"Apa makanan asal daerah Anda yang dijual di sekitar tempat ini?"

Ide itu gagal terhambat keterbatasan biaya.

Ide kedua, setelah meeting-meeting workshop Jakarta Bienalle di ruangrupa, ada satu kesimpulan, bahwa ada tawaran untuk menggunakan LCD running text area di perempatan Sarinah Thamrin .
Ya udah, keluar ide baru, dari sebelumnya yang interaktif, menjadi komunikasi satu arah.
Saya membagi pengalaman saya di daerah Sarinah sekitarnya,
misalnya dengan tulisan:
"kalo naik kopaja P19, tanya dulu, beneran nyampe Cilandak atau hanya sampe Blok M?"
"jagung rebus Manis Bangkok asli Bogor, Mas Yudhi, Rp 3000, di depan Gedung Jaya jam 17.30-20.00"
"toilet di basement Sarinah, buka jam 10.00-21.30"
"jual gergaji, Rp 20.000, di mesjid belakang Jakarta Theater"

Hal-hal yang ada di situ, yang mereka alami, tapi tidak mereka perhatikan.


Ide ini gagal lagi, karena tawaran itu ternyata ya tawaran basa basi aja.
Kenyataannya ketika mengurus ijin, kita di ping pong kesana kemari dan endingnya orang yang akan kita temui untuk perijinan, kabur.

Berikutnya, muncul ide karya video.
Saya ambil video di sekitar jalan Sabang, di perempatan yang lagi crowded.
HANYA DENGAN SEBUAH HANDYCAM , kecil.
Dan saya digiring masuk ke kantor polisi.
Karena katanya ngambil gambar di perempatan harus ijin bahkan dari Polda.
Wah, aneh banget, sejak kapan perempatan itu bukan ruang publik?
Apa pasalnya mengenai merekam jalanan? Apakah tidak boleh juga kalo untuk dokumentasi pribadi?
Begitu banyak hal menarik di Jakarta, dan teknologi merekam semakin canggih,
yang harus dilakukan jika tidak ingin terlihat bodoh ketika direkam ya jangan punya kebiasaan bertindak bodoh.
Alasan lainnya ternyata ya, karena saat ini polisi sedang disorot, jadi saya lama juga tuh di kantor polisi, mereka menahan KTP saya, ya pertanyaan dasarnya? Polisi lalu lintas nahan KTP ya atas dasar apa? Mereka juga gak bisa nahan saya dengan SIM dan STNK karena saya jalan kaki.

Satu hal lagi, menurut saya , orang Indonesia udah banyak yang tidak bisa bermimpi, tidak punya imajinasi.
Dalam karya video saya, saya menanyakan, jika berandai-andai diberi kesempatan untuk menyumbangkan tulisan di LCD Running Text Area, di perempatan Sarinah, apa yang akan mereka tulis?

Dan jawabannya yang saya terima malah jawaban-jawaban pesimis, "gak bisa mas, saya gak tau, gak berani ah"
Bahkan berandai-andai pun mereka tidak berani.
Kalo tidak punya mimpi, bagaimana menggapainya.

Senin, 07 Juli 2008

COPET

Duh,
Hari ini gue hampir kecopetan. Mereka pake modus operandi pura-pura megang kaki gue karena ada barang yang jatuh. Untung gue udah pernah denger modus operandi ini. Jadi waktu si copet megang kaki gue, ya langsung gue teriak aja. "Heh, ngapain lu!" sambil megang kantong yang berisi dompet dan HP.
Si copet langsung pura2 "nggak cuma ngambil sapu tangan aja".
Jadi si copet ini beraksi 2 orang, pertama mereka ngelewatin lu dulu, nyenggol dengan tiba-tiba. terus yang belakang pura-pura megang bagian bawah celana kita untuk mengalihkan perhatian.
Dan, yang harus diinget adalah, pastikan jika ada kejadian kaya gitu, reflek lu adalah MARAH, karena mereka akan jiper kalah gertak kalo kita duluan yang gertak.

Minggu, 06 Juli 2008

sutradara film

Akhir2 ini kalo liat perkembengan film Indonesia secara kuantitas mulai naik.
Produksi di mana-mana, nyewa alat suting juga makin susah schedule-nya.
Dulu inget mo suting pake kamera Panasonic P2 pake lensa film malah diundur karena nunggu jadual alat.
Makin banyak produksi juga artinya makin banyak sutradara atau orang yang jadi sutradara film.
Tapi kalo gue ditanya mo jadi sutradara film atau sutradara iklan gue pasti akan ngejawab gue pengen jadi sutradara iklan.
Gue gak tau, gue merasakan otak gue akan berkembang dengan sangat baik kalo gue jadi sutradara iklan. Itu gue lho, orang lain pasti akan beda lagi.
That's why gue obsesi jadi sutradara iklan.